Rabu, 24 Oktober 2018


BAB I
PENGANTAR PENDIDIKAN PANCASILA

            Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, sesungguhnya nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa sudah terujud dalam kehidupan bermasyarakat sejak sebelum Pancasila sebagai dasar negaradirumuskan dalam satu sitem nilai. Sejak zaman dahulu,wilayah-wilayah di nusantara ini mempunyai beberapa nilai yang dipegang teguh oleh masyarakatnya, sebagai contoh :
1.      Percaya kepada Tuhan dan toleran
2.      Gotong royong
3.      Musyawarah
4.      Solidaritas atau kesetiakawanan sosial dan sebagainya.
Munculnya permaalahan yang mendera Indonesia, memperlihatkan telah tergerunya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
1.      Masalah kesadaran perpajakan
2.      Masalah korupsi
3.      Masalah lingkungan
4.      Masalah disintregasi bangsa
5.      Maalah dekadensi moral
6.      Masalah narkoba
7.      Masalah penegakan hukum yang berkeadilan
8.      Masalah terorisme

A.     Menggali Sumber Historis,Sosiologi, Politik Pendidikan Pancasila
1.      Sumber histori pendidikan pancasila
Preiden Soekarno pernah mengatakan “jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.”
2.      Sumber sosiologi pendidikan pancasila
Bung Karno menegaskan bahwa nilai-nilai pancasila digali dari bumi pertiwi Indonesia dengan kata lain, nilai-nilai Pancasila berasal dari kehidupan soiologi masyarakat Indonesia.
3.      Sumber yuridis pendidikan pancasila
Rangka menegakkan undang-undang (low enforcement) yang merupakan salah satu kewajiban negara yang pentin. Penegakan hukum ini hanya akan efektif, apabila didukung oleh kesadarn hukum warganegara terutama dari kalangan intelektualnya.
4.      Sumber politik pendidikan pancasila
Pancasila dalam tataran tertentu merupakan ideologi politik,yaitu mengadung niali-nilai yang menjadi kaidah penuntun dalam mewujudkan tata tertib sosial politik yang ideal.
B.      Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi Pendidikan Pancasila untuk Masa Depan
     Menurut penjelasan pasal 35 ayat (3) UUD no. 12 tahun 2012 Dikjen Dikti mengebangakan materi pendidikan pancasila.



                 
BAB II
BAGAIMANA PANCASILA DALAM ARUS SEJARAH BANGSA INDONESIA?

A.      Menanya Alasan Diperlukannya Pancaila dalam Kajian Sejarah Bangsa Indonesia
1.      Pancasila sebagai  Identitas Bangsa Indonesia
Kebudayaan bangsa Indonesia merupakan hasil inkulturasi. menurut (J. W.M. Bakker,1984) menyebutkan adanya beberapa saluran inkulturasi yang meliputi:
Jaringan pendidikan, kontrol dan bimbingan keluarga, struktur kepribadian dasar dan self expresion.
2.      Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia
Sikap mental,tingkah laku dan perbuatan banga Indonesia mempunyai ciri khas dapat dibedakan denga bangsa lain. Kepribadian itu mengacu pada sesuatu yang unik dan khas karena tidak ada pribadi ysng benar benar sama.
3.      Pancasila sebagai Pandangan Hidup bangsa Indonesia
Ini berarti nilai-nilai pancaila melekat dalam kehidupan masyarakat dan dijadikan norma dalam bersikap dan bertindak.
4.      Pancasila sebagai jiwa bangsa
5.      Pancaila sebagai Perjanjian Luhur




BAB III
BAGAIMANA PANCASILA MENJADI DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA?

     Pancasila sebagai dasar negara berarti setiap sendi-sendi ketatanegaraan pada negara Republik Indonesia harus berlandaskan/harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Urgensi Pancasila sebagai dasar negara, yaitu :
1.      Agar para pejabat dalam menyelenggarakan negara tidak kehilangan arah
2.      Agar partisipasi aktif seluruh warga negara dalam proses pembangunan dalam berbagai bidang kehidupan bangsa dijiwai oleh nilai-nilai pancasila.

BAB IV
MENGAPA PANCASILA MENJADI IDEOLOGI NEGARA?

Pentingnya pancasila sebagai ideologi negara bagi mahasiswa adalah untuk memperlihatkan peran ideologi sebagai penuntun moral dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara sehingga ancaman berupa penyalahgunaan narkoba, terorisme, dan korupsi dapat dicegah. Di samping itu, Pancasila sebagai ideologi negara pada hakikatnya mengandung  3 dimensi yaitu:
1.      Dimensi realitas     bahwa nilai-nilai dasar yang  terkandung  dalam dirinya bersumber dari nilai-nilai real yang hidup dalam masyarakatnya.
2.      Dimensi idealitas      cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara.
3.      Dimensi fleksibilitas        relevansi/kekuatan yang merangsang masyarakat untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran baru tentang nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar