BAB I
PENGANTAR
PENDIDIKAN PANCASILA
Dalam perjalanan sejarah bangsa
Indonesia, sesungguhnya nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
sudah terujud dalam kehidupan bermasyarakat sejak sebelum Pancasila sebagai
dasar negaradirumuskan dalam satu sitem nilai. Sejak zaman
dahulu,wilayah-wilayah di nusantara ini mempunyai beberapa nilai yang dipegang
teguh oleh masyarakatnya, sebagai contoh :
1.
Percaya kepada Tuhan dan toleran
2.
Gotong royong
3.
Musyawarah
4.
Solidaritas atau kesetiakawanan sosial dan sebagainya.
Munculnya permaalahan yang mendera Indonesia,
memperlihatkan telah tergerunya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
1. Masalah kesadaran perpajakan
2. Masalah korupsi
3. Masalah lingkungan
4. Masalah disintregasi bangsa
5. Maalah dekadensi moral
6. Masalah narkoba
7. Masalah penegakan hukum yang
berkeadilan
8. Masalah terorisme
A.
Menggali Sumber
Historis,Sosiologi, Politik Pendidikan Pancasila
1.
Sumber histori pendidikan
pancasila
Preiden Soekarno
pernah mengatakan “jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.”
2.
Sumber sosiologi pendidikan
pancasila
Bung Karno
menegaskan bahwa nilai-nilai pancasila digali dari bumi pertiwi Indonesia
dengan kata lain, nilai-nilai Pancasila berasal dari kehidupan soiologi
masyarakat Indonesia.
3. Sumber yuridis pendidikan pancasila
Rangka menegakkan
undang-undang (low enforcement) yang
merupakan salah satu kewajiban negara yang pentin. Penegakan hukum ini hanya
akan efektif, apabila didukung oleh kesadarn hukum warganegara terutama dari
kalangan intelektualnya.
4.
Sumber politik pendidikan
pancasila
Pancasila dalam
tataran tertentu merupakan ideologi politik,yaitu mengadung niali-nilai yang
menjadi kaidah penuntun dalam mewujudkan tata tertib sosial politik yang ideal.
B. Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi Pendidikan Pancasila untuk
Masa Depan
Menurut penjelasan pasal 35 ayat (3) UUD
no. 12 tahun 2012 Dikjen Dikti mengebangakan materi pendidikan pancasila.
BAB II
BAGAIMANA PANCASILA DALAM ARUS SEJARAH BANGSA
INDONESIA?
A.
Menanya Alasan Diperlukannya
Pancaila dalam Kajian Sejarah Bangsa Indonesia
1.
Pancasila sebagai
Identitas Bangsa Indonesia
Kebudayaan bangsa Indonesia
merupakan hasil inkulturasi. menurut (J. W.M. Bakker,1984)
menyebutkan adanya beberapa saluran inkulturasi yang meliputi:
Jaringan pendidikan, kontrol
dan bimbingan keluarga, struktur kepribadian dasar dan self expresion.
2. Pancasila sebagai Kepribadian
Bangsa Indonesia
Sikap mental,tingkah laku dan
perbuatan banga Indonesia mempunyai ciri khas dapat dibedakan denga bangsa lain.
Kepribadian itu mengacu pada sesuatu yang unik dan khas karena tidak ada
pribadi ysng benar benar sama.
3. Pancasila sebagai Pandangan
Hidup bangsa Indonesia
Ini berarti nilai-nilai
pancaila melekat dalam kehidupan masyarakat dan dijadikan norma dalam bersikap
dan bertindak.
4. Pancasila sebagai jiwa bangsa
5. Pancaila sebagai Perjanjian
Luhur
BAB III
BAGAIMANA
PANCASILA MENJADI DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA?
Pancasila
sebagai dasar negara berarti setiap sendi-sendi ketatanegaraan pada negara
Republik Indonesia harus berlandaskan/harus sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila.
Urgensi Pancasila sebagai dasar negara, yaitu :
1.
Agar para pejabat dalam menyelenggarakan negara tidak
kehilangan arah
2.
Agar partisipasi aktif seluruh warga negara dalam proses pembangunan
dalam berbagai bidang kehidupan bangsa dijiwai oleh nilai-nilai pancasila.
BAB IV
MENGAPA
PANCASILA MENJADI IDEOLOGI NEGARA?
Pentingnya
pancasila sebagai ideologi negara bagi mahasiswa adalah untuk memperlihatkan
peran ideologi sebagai penuntun moral dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa
dan bernegara sehingga ancaman berupa penyalahgunaan narkoba, terorisme, dan
korupsi dapat dicegah. Di samping itu, Pancasila sebagai ideologi negara pada
hakikatnya mengandung 3 dimensi yaitu:
1.
Dimensi realitas
bahwa nilai-nilai dasar yang
terkandung dalam dirinya
bersumber dari nilai-nilai real yang hidup dalam masyarakatnya.
2.
Dimensi idealitas
cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan
bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara.
3.
Dimensi fleksibilitas
relevansi/kekuatan yang
merangsang masyarakat untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran baru tentang
nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar